TENTANG

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له. ونشهد ألا إله إلا الله ونشهد أن محمدا رسول الله، أما بعد ؛

Menjalankan tugas peribadatan secara sempurna demi mencapai ridlo Alloh SWT.  merupakan dambaan dan cita-cita tertinggi seorang muslim. Oleh sebab itu, sewajarnya jika seorang muslim bekerja keras demi cita-cita tersebut, hingga ia terbebas dari belenggu perbudakan dunia dan pemujanya. Karena itu juga, ia sanggup bersabar terhadap celaan ketika menghidupkan sebuah ajaran Islam yang nyaris padam di kalangan masyarakat.

Sebagaimana kita ketahui, ilmu syar’i merupakan “muntholaq awal” (titik permulaan) dalam agenda kehidupan seorang muslim agar ia mampu meraih ridlo Ilahi saat mengemban tugas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Menyadari akan hal ini, maka Ma’had ‘Aly Darul Wahyain dengan segala kekurangan yang ada, tergerak untuk memudahkan kaum muslimin dalam merambah jalan ilmu syar’i melalui metode yang pernah diterapkan oleh para pendahulu Islam, yaitu metode mulazamah, dengan tanpa mengabaikan hak-hak ilmu, hingga dapat membuahkan hasil optimal dan mendudukkan seorang muslim pada posisi yang selayaknya.

LATAR BELAKANG

Ma’had ‘Aly Darul Wahyain adalah sebuah lembaga pendidikan pesantren setara dengan perguruan tinggi yang berkonsentrasi pada pengembangan dan pengajaran ilmu syar’i. Lembaga pendidikan yang berlokasi di kawasan lereng Gunung Lawu, di perbatasan bagian Barat provinsi Jawa Timur ini, berafiliasi kepada Yayasan Al-Muslimun, di Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Indonesia.

Sejak tahun 2000 Yayasan Al-Muslimun telah menyelenggarakan pendidikan pesantren setingkat tsanawiyah dan aliyah yang memadukan kurikulum SLTP dan SLTA dengan kurikulum kulliyatul mu`alimat dan tahfizhul Quran. Pada tahun 2009, tidak kurang dari 100 santriwati belajar di tingkat tsanawiyah dan aliyah.

masjid ma'had

Yayasan Al-Muslimun menyadari semakin berkembangnya kebutuhan pendidikan kaum muslimin dan urgensi adanya pendidikan pesantren setingkat perguruan tinggi sebagai kelanjutan program pendidikan yang telah ada, sebagai upaya untuk menghasilkan para kader ulama yang diharapkan lebih mumpuni dalam menjalankan aktivitas dakwah di masyarakat di seluruh nusantara. Akhirnya, direalisasilah gagasan berdirinya Ma’had Aly Darul Wahyain, dipelopori oleh Ust. Rosyid Ridlo Ba’asyir, Lc., salah seorang ulama lulusan Timur Tengah yang pernah menimba ilmu di Darul Hadits Al-Khoiriyah, Makkah Al-Mukarromah.

Untuk menunjang keberhasilan program kaderisasi calon ulama robbani ini, maka Ma’had Aly Darul Wahyain menggunakan mulazamah sebagai metode utama dalam sistem pembelajarannya. Saat ini, ada 30 orang telah tercatat sebagai santriwan dan santriwati di Ma’had Aly Darul Wahyain, yang berasal dari berbagai daerah dan alumnus berbagai pesantren.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s