KHUTBAH IDUL ADHA

Disampaikan oleh Ustadz Rosyid Ridlo Ba’asyir, Lc. di Lapangan Blumbang,TawangMangu,Jawa Tengah,

10 Dzulhijah 1430 H/27 November 2009 M

الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلله فلن تجد له وليا مرشدا. نشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ونشهد أن محمدا عبده ورسوله لا نبي بعده، بلغ الرسالة و أدى الأمانة ونصح الأمة و جاهد في الله حق جهاده حتى أتاه اليقين.

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ)

(يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا)

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا)، أما بعد:

فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم وشر الأمور محدثاتها وكل بدعة ضلالة، فما قل ودل خير مما كثر وألهى وإنما توعدون لآت.

Allohu akbar, Allohu akbar, walillahil hamd

Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh! Pada hari ini, Yaumul Hajjil Akbar, kita melaksanakan Sholat Id bersama-sama, sebuah syariat agung yang hukumnya fardhu kifayah. Syariat ini merupakan salah satu syiar Islam yang terbesar di mana ia dalam satu tahun hanya datang satu kali. Sholat Id adalah wujud dari kegembiraan dan kesyukuran terhadap nikmat Alloh SWT. Serta bentuk dzikir kepada-Nya yang telah diperintahkan. Sebagaimana firman Alloh SWT. :

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya: “Maka sholatlah dan berkurbanlah demi robbmu”.[1]

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللهِ  فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

Artinya :“Agar mereka memperoleh hal-hal yang bermanfaat bagi mereka(dalam iedul adhaa)  sambil mengingat nama Alloh (dan mensyukuri ni’mat-Nya) pada beberapa hari tertentu (yaitu hari-hari tasyriq), atas rezeki hewan-hewan ternak yang telah dikaruniakan oleh Alloh kepada mereka. Maka makanlah sebagian dari kurbanmu dan berikanlah sebagian lain sebagai makanan bagi orang yang papa lagi fakir!”[2]

Disamping itu; sholat Id adalah merupakan syiar tauhid yang bertujuan untuk mengangkat keagungan Islam serta menyulut kebencian orang-orang munafik dan orang-orang kafir dengan terlihatnya kegembiraan pada kaum muslimin dalam rangka menjalankan ketaatan kepada Alloh dengan berbondong-bondong, hal ini terlihat dari sunnah Nabi saw. yang ketika pulang dari musholla, melewati jalan berbeda dari jalan yang beliau lewati saat menuju musholla ied.

Di bulan Dzulhijah ini, Alloh telah menetapkan beberapa syariat agung. Di antaranya adalah ibadah haji, satu ibadah agung yang disyariatkan oleh Alloh SWT. melalui seruan Nabi Ibrahim, ayah para nabi. Sebagaimana firman Alloh SWT :

وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Artinya: “Dan serulah (wahai ibrohim) seluruh ummat manusia dengan kewajiban haji, niscaya mereka akan mendatangimu dengan berjalan kaki maupun menunggang onta-onta kurus[3],niscaya mereka akan datang dari seluruh pelosok dunia”[4].

Ibadah haji juga merupakan salah satu rukun Islam yang diwajibkan satu kali seumur hidup atas seorang muslim yang mampu melaksanakannya. Tidak sempurna keislamannya hingga ia melaksanakan ibadah tersebut secara benar dan sesuai dengan tuntunan syar`i.

عَن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه قال: خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: يا أيها الناس، قد فرض الله عليكم الحج فحجوا. فقال رجل: أكل عام يا رسول اللهً؟ فسكت حتى قالها ثلاثا، فقال النبي صلى الله عليه وسلم: لو قلت نعم لوجبت ولما استطعتم.  ذروني ما تركتكم. قإنما أهلك الذين من قبلكم كثرة سؤالهم واختلافهم على أنبيائهم. وإذا أمرتكم بشيء فأتوا منه ما استطعتم. وإذا نهيتكم عن شيء فدعوه.

Dari AbuHuroiroh ra., ia berkata : Rosululloh saw. pernah berkhotbah di hadapan kami, beliau bersabda : “Wahai kaum muslimin! Sungguh Alloh telah mewajibkan haji kepada kalian, maka hendaklah kalian melaksanakan haji!” lantas, ada seorang lelaki bertanya : “Apakah setiap tahun, wahai Rosululloh?” Beliau diam, hingga orang tersebut  mengulangnya tiga kali. Lantas, beliau saw. menjawab : “Andaikata kukatakan, ‘Ya!’, benar-benar hal itu akan diwajibkan kepada kalian! Dan (jika diwajibkan), niscaya kalian tidak mampu melaksanakannya! Laksanakanlah seluruh ajaranku, sesungguhnya kebinasaan kaum-kaum sebelum kalian adalah disebabkan mereka terlalu banyak[5] bertanya dan menyelisihi  ajaran nabi mereka, maka jika kuperintahkan kalian dengan suatu perintah; jalankan perintah tersebut semampunya, dan jika aku melarang sesuatu maka jauhilah”[6]

Bahkan sebagian salafussholih berpendapat, bahwa orang yang mampu melaksanakan haji tapi ia enggan untuk melaksanakannya maka ia telah kafir dengan perbuatan itu, sebagaimana pendapat Umar bin Khothob ra yang berkata : “Sungguh-sungguh aku ingin mengutus sekelompok utusan berkeliling ke seluruh kota untuk mencari siapa saja yang berkemampuan, tetapi tidak melaksanakan ibadah haji, agar mereka mewajibkan atas orang-orang tersebut untuk  membayar jizyah[7]. Benar-benar, mereka itu bukan muslim! Benar-benar mereka itu bukan muslim!”

Sedangkan dalil para ulama yang menyatakan kekafiran orang yang tidak melaksanakan ibadah haji padahal ia mampu untuk melaksanakannya adalah firman Alloh SWT. :

وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ الله غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Artinya: “Merupakan kewajiban atas manusia terhadap Alloh agar mereka melaksanakan ibadah haji bagi siapa yang mampu, dan barangsiapa yang kufur maka sesungguhnya Alloh tidak membutuhkan seluruh alam semesta ini”[8]

Ibadah haji merupakan perpaduan antara ibadah badaniyyah dan ibadah maliyah(harta). Untuk melaksanakan ibadah ini, seseorang harus rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, ia harus siap untuk bersusah-payah mengorbankan diri dan terkadang nyawanya, bahkan ibadah haji dijuluki oleh nabi sebagai jihad tanpa perang bagi kaum wanita karena besarnya pengorbanan yang harus dilakukan.

Hikmah terbesar yang terkandung dalam haji ialah: ikrar ketuhanan Alloh.swt. semata dan kesediaan penuh untuk memenuhi seruan-seruanNya serta pengakuan atas segala ni’mat Alloh.swt.sebagaimana tersebut dalam lafadz talbiah:

لبيك اللهم لبيك ، لبيك لا شريك لك لبيك ، إن الحمد والنعمة لك والملك لا شريك لك

“Kupenuhi panggilan-Mu ya Alloh! Kupenuhi panggilan-Mu, tiada satu pun sekutu bagi-Mu! Sesungguhnya segala nikmat dan kekuasaan adalah milik-Mu semata, maka tiada sekutu bagi-Mu selama-lamanya.”

Disamping itu, kehinaan diri dan rasa tawaadhu’ serta ingat kepada kematian adalah termasuk pelajaran yang harus dituai bagi siapa yang melaksanakan ibadah tersebut, bagaimana tidak; ketika jama’ah haji datang ke suatu negeri  dimana dirinya menjadi asing di negeri tersebut; datang sambil mengucapkan talbiah dalam keadaan telanjang dari seluruh derajat duniawi; telanjang dari pangkat, telanjang dari kedudukan, telanjang dari ketenaran dan telanjang dari harta sebagaimana ia telanjang dari perhiasan duniawinya saat lahir dari perut ibunya, kemudian ia membungkus diri dengan rajutan benang yang lebih mirip dengan kafannya.

Pada bulan ini, Rosululloh.saw. juga telah mensyariatkan puasa Arofah bagi mereka yang tidak menjalankan ibadah haji.  Puasa ini disunnahkan pada tanggal 9 Dzulhijjah,dimana jama’ah haji sedang melaksanakan rukun tertinggi haji yaitu wukuf.

Dengan puasa Arofah, Alloh berkenan mengapuskan dosa-dosa hamba-Nya, satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang. Sebagaimana sabda Rosululloh.saw.:

صيام يوم عرفة إني أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والسنة التي بعده.

Artinya: “Puasa pada hari arofah; aku berharap dari Alloh agar Ia berkenan menghapuskan dengannya dosa-dosa pada tahun sebelumnya dan sesudahnya”(HR. Ahmad, Attirmidzi dan yang lain)

Hari Arofah adalah hari yang mulia, di mana Alloh turun ke langit dunia sambil membanggakan ahli Arofah di hadapan para malaikatNya. Dan hari tersebut adalah hari dimana Alloh berkenan untuk menyelamatkan kebanyakan hamba-hambaNya dari sengatan api neraka.Sebagaimana yang telah tersebut dalam hadist shohih riwayat Ahmad dan muslim.

Di bulan mulia ini pula, Alloh.swt. mensyariatkan ibadah qurban. Ia merupakan syariat bagi umat Nabi Muhamad.saw. yang berasal dari syariat Nabi Ibrahim as. Disunnahkan bagi mereka yang mampu, untuk menyembelih hewan qurban berupa kambing,unta,sapi dan sebagainya. Namun sebagian ulama menyatakan bahwa berqurban dengan kambing lebih utama. Karena hewan qurban yang disembelih Nabi Ibrahim.as. sebagai tebusan dari putranya isma’il.as. adalah seekor kambing  yang besar. Rosululloh saw. pun telah berqurban dengan dua ekor kambing putih yang bersih dan bertanduk, meskipun beliau mampu untuk berqurban dengan hewan-hewan lainnya.

Ibadah qurban melatih kita untuk mengalahkan syahwat dan membatasi kecintaan dunia dengan hal-hal yang diridloi Alloh.swt.

Di bulan Dzulhijah ini pula, Alloh mensyariatkan agar kita memperbanyak berbagai jenis ibadah, khususnya pada sepuluh hari pertama. Alloh menyediakan pahala berlipat ganda bagi seluruh amal ibadah dan kebajikan yang dilaksanakan pada hari-hari pertama bulan Dzulhijah. Sebagaimana sabda beliau :

” ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر”، قالوا: ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال: ” ولا الجهاد في سبيل الله ، إلا رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشئ “

Artinya: “Tiada hari dimana amalan sholeh di dalamnya lebih dicintai oleh Alloh dari sepuluh hari(pada awal dzul hijjah ini)”, kemudian sahabat bertanya: “Meskipun itu jihad di jalan Alloh?”, lantas Nabi menjawab: “Meskipun jihad di jalan Alloh, kecuali seseorang yang keluar dari rumahnya dengan membawa hartanya kemudian dia tidak kembali dari medan laga dengan sesuatu apa pun jua”(HR.Ahmad dan Attirmidzi)

Allōhu akbar! Allōhu akbar, walillāhil hamd!

Ma`asyirol muslimin, rohimakumulloh! Hari ini kita saksikan, berjuta-juta kaum muslimin dengan penuh antusias melaksanakan berbagai syariat agung yang telah kita sebutkan. Berjuta-juta kaum muslimin berkumpul di tanah Harom untuk menjalankan ibadah haji. Mereka berbaur menjadi satu, dengan melupakan status pangkat dan sosial yang selama ini mereka banggakan. Mereka juga tidak peduli dengan banyaknya biaya yang mereka nafkahkan, susah payah yang mereka rasakan, tenaga yang mereka curahkan, dan berbagai hal lain yang mereka korbankan. Tidak sedikit pula di antara mereka yang meninggal dunia. Dan dalam jumlah yang jauh lebih besar lagi, di seluruh penjuru dunia, di desa-desa dan kota-kota, kaum muslimin bersama-sama menjalankan ibadah sholat Idul Adha. Mereka semua menyambut seruan Alloh SWT. dan Rosul-Nya, menjalankan syariat-syariat yang dicintai-Nya, dengan mengharap pahala dari sisi-Nya.

Alloohu akbar, Allohu akbar, walillahil hamd!

Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh! Syariat Islam adalah rohmat bagi seluruh dunia. Menjalankan syariat Alloh, selain mendatangkan pahala besar di sisi-Nya, juga mendatangkan barokah dan berbagai kebaikan bagi kita semua. Itu berlaku untuk seluruh syariat yang ditetapkan oleh Alloh, tanpa kecuali. Tidak ada syariat yang kejam, tidak ada syariat yang menjadi adzab, dan tidak ada syariat yang membelenggu serta menjadi beban bagi yang melaksanakannya:

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

“Dan tidaklah Alloh menjadikan kesulitan serta kesempitan bagi kalian dalam syari’at ini”[9]

يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Alloh menghendaki kemudahan bagi kalian, dan Ia tidak berkenan untuk menyusahkan kalian”[10].

Syari’ah adalah rahmat dan kebutuhan bagi seluruh ummat manusia. Tidakkah kalian melihat kehancuran agama,moral,ekonomi,politik,peradaban dan seluruh aspek kehidupan pada zaman jahiliyah sebelum diutusnya Rosululloh.saw.?? Darah manusia tidak lebih mahal dari air comberan, harta mereka dikuasai oleh “gurita-gurita manusia”, sedangkan harga diri dan hak-hak manusia hanya menjadi suatu angan-angan belaka, undang-undang kehidupan saat itu ambur-adul, kehidupan didalamnya amat mencekam bak kehidupan dalam api neraka.

Kemudian setelah sirnanya syari’at Nabi Isa as. yang datang  sebelum syari’at nabi Muhammad.saw. hingga menyebabkan terjadinya hal-hal tersebut, terbitlah fajar islam yang menyapu bersih seluruh bentuk-bentuk kerusakan dan kedzaliman yang telah merajalela. Maka telah nyata di mata dunia bahwa syari’at inilah satu-satunya solusi yang berarti yang dapat menutupi seluruh kebutuhan-kebutuhan manusia baik itu berupa keadilan, keamanan, rahmat dan kemakmuran yang meluas. Bagaimana tidak ? Syari’at ini adalah ketetapan ilahi yang lebih mengetahui dengan sebeluk penduduk bumi, syari’at ini bukan merupakanlah undang-undang produk manusia yang butuh untuk direvisi setiap saat.

Ibnu katsir berkata dalam tafsiran fiman Alloh:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ (الأنبياء: 107)

“Alloh telah mengutus Muhammad.saw.(dengan syari’at islam) sebagai rahmat bagi semesta alam, maka barangsiapa yang menerima rahmat tersebut sambil mensyukuri ni’matNya niscaya ia akan selamat di dunia dan di akherat, sedang siapa yang menolaknya maka rugilah ia didunia maupun diakherat; sebagaimana firman Alloh.swt.:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُواْ نِعْمَةَ اللّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّواْ قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ # جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا وَبِئْسَ الْقَرَارُ

Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang mengganti ni’mat (syari’at) Alloh dengan kekufuran dan menceburkan rakyat pengikutnya dalam lembah kebinasaan?Niscaya mereka akan masuk kedalam jahannam yang merupakan seburuk-buruk tempat kembali”[11].

Sungguh kuat dan tepat kata-kata Ibnu Katsir ra. dalam hal ini, yang sesuai dengan hadist:

” إنما أنا رحمة مهداة ” (رواه ابن أبي عوانة وغيره عن أبي هريرة)

“Sesungguhnya aku tidak lain adalah rahmat yang mendapat petunjuk”.

Namun setelah hal ini jelas dengan sejelas-jelasnya, tiba-tiba para pengikut iblis berakal bodoh lagi tolol, yang seolah tidak mampu hidup kecuali dalam kegelapan dan kedzaliman berkoar menyerukan propaganda penolakan syari’at dengan alasan-alasan keji; mereka menolak hukum rajam dan potong tangan (hudud) seraya menggantinya dengan hukum penjara atau yang lain, mereka menghinakan kaum wanita -ibu seluruh ummat- dengan alasan hak asasi manusia dan bahkan mereka menghapuskan syari’at jihad dengan alasan teror, anarkhisme, ataupun alasan lain demi kepentingan-kepentingan tertentu.

Mengapa mereka menolak syariat, padahal realita keburukan ini telah jelas di mata kita? Ada beberapa faktor yang menyebabkannya:

(1) Fitnah syubhat; yang berupa kebodohan (ketidaktahuan), mereka jahil akan hakekat syari’at yang merupakan rahmat dan kebutuhan manusia, hal ini terjadi tidak lepas dari tiga maksiat yang berbahaya, yaitu:

(a)  Ketidakpedulian mereka terhadap ilmu syar’i, meski mereka berpendidikan tinggi dan berembel-embelkan gelar yang mengagumkan.

(b) Banyaknya syubhat yang disebarkan oleh musuh-musuh Islam seputar perkara syar’i yang tidak mampu difahami oleh kalangan awam muslimin.

(c)  Diamnya para ulama terhadap kewajiban menjelaskan syariat secara benar dan memadai, bersamaan dengan menjauhnya  kaum muslimin dari para ulama tersebut.

(2) Fitnah syahawat; dengan mempertuhankan hawa nafsu dan menjadikannya sebagai panutan, hal ini disebabkan adanya :

(a)  Takabur ataupun sombong dan gengsi untuk menerima petunjuk Alloh, sebagaimana perbuatan iblis ‘alaihi la’natulloh ketika diperintahkan untuk sujud kepada Nabiyyulloh Adam as. lantas ia membangkang karena takabbur pada dirinya. Sedang ahlu takabbur mereka adalah orang-orang yang bersifat:

وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالإِثْمِ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ

“Dan jika dikatakan kepadanya: bertaqwalah engkau kepada Alloh; bangkitlah kesombongan yang memerintahnya untuk berbuat dosa, maka cukuplah baginya api jahannam sebagai tempat kembali yang paling buruk”[12].

(b) Hubbuddunya (gila dunia) yang berupa kekuasaan, popularitas, kekayaan materi dan lain-lainnya yang mendorong mereka untuk meninggalkan syari’at atau hanya mengamalkan sebagiannya sesuai keuntungan duniawi.

Setelah kita ketahui dan kita sadari akan adanya kejahatan penolakan syari’at  yang berdasarkan kekufuran terhadap ni’mat Alloh yang telah dikaruniakan pada muslimin dunia hari ini, maka tidak heran adzab Alloh dan peringatanNya secara sunnah kauniyyah datang bertubi-tubi, di antaranya: berpecah belahnya ummat ini menjadi golongan-golongan yang saling memusuhi satu sama lainnya, kemudian dicengkramkan atas mereka kekuasaan penguasa-penguasa dzalim yang tidak perduli dengan keadaan agama dan rakyat-rakyat mereka jika perut serta gudang-gudang harta mereka telah terjamin, lantas diikuti dengan kelangkaan bahan-bahan kebutuhan pokok serta melambungnya harga barang-barang tersebut, kemudian wabah dan bencana alam pun seakan antri datang silih berganti, seolah takkan terbendung selama-lamanya, tidak hilang suatu musibah kecuali ia telah melahirkan musibah yang lain. Na’uudzubillaahi min dzaalik………

Tidak akan ada penangkal takdir-takdir kauniy tersebut kecuali kembali kepada Sang Pencipta jagad raya ini dengan mengamalkan syari’atNya sepenuhnya sambil bersyukur dan merasa lapang dada dengan ni’mat dan rahmat syari’at tersebut.

قُلْ بِفَضْلِ اللّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُواْ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

“Katakanlah: hendaknya dengan karunia Alloh serta rahmatNya mereka bergembira dan lapang dada, sesungguhnya hal itu lebih baik dari (dunia)yang mereka kumpulkan”[13].

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ وَلَكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

“Jikalau penduduk sebuah negeri itu beriman dan bertaqwa kepada Alloh, niscaya akan Kami bentangkan bagi mereka berkah-berkah langit dan bumi, tetapi akibat  mereka mendustakan ayat-ayat Kami maka Kami siksa mereka( seberat-beratnya) atas kelakuan mereka sendiri”[14].

Alloohu akbar, Allohu akbar, walillahil hamd!

Masihkah tersisa segelintir harapan bagi penghuni dunia ini untuk menyelamatkan diri dari kemurkaan Alloh dan adzab-Nya yang sangat pedih, setelah dengan ceroboh dan tanpa malu mereka menghinakan syari’at yang merupakan rahmat dan karunia Alloh swt.???

Mari kita simak ajaran syar’i terhadap orang-orang telah terbenam dalam lautan dosa, kemudian mereka mengetuk pintu belas kasih Alloh yang amat luas dengan berinaabat dan bertaubat kepada-Nya:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللهِ  إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ # وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ # وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَا أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَكُمُ العَذَابُ بَغْتَةً وَأَنتُمْ لَا تَشْعُرُونَ # أَن تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَى علَى مَا فَرَّطتُ فِي جَنبِ اللهِ  وَإِن كُنتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ

Artinya: “Katakan: Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas atas dirinya sendiri, janganlah kalian berputus asa akan rahmat Alloh, sesungguhnya Alloh berkenan untuk mengampunkan segala dosa, sesungguhnya Ia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (53) Dan kembalilah kepada Robb kalian serta berserah dirilah padaNya sebelum datangnya adzab lantas kalian takkan tertolong lagi (54) Dan ikutilah hal-hal terbaik dari apa yang telah diturunkan kepada kalian dari Robb kalian sebelum adzab menimpa kalian dengan tiba-tiba tanpa kalian sadari kedatangannya (55) Agar jangan ada suatu jiwa  yang menyesal dan berkata: Duhai sangat besar penyesalanku atas kelalaianku terhadap hak-hak Alloh (dalam beramal dengan syari’atNya) bahkan aku memperolok-oloknya”[15].

Terdapat sebuah bukti nyata, dimana suatu kaum yang telah kafir terhadap ni’mat dan syari’at Alloh, lantas mereka menyesali perbuatan mereka sendiri dan bergegas kembali kepada Alloh, hingga Alloh menghapus adzab yang merupakan balasan kekufuran terhadap ni’matNya. Mereka adalah kaum Yunus as. yang dijadikan teladan bagi seluruh umat setelah mereka dalam hal bertaubat kepada Robb mereka atas   kedzaliman mereka sendiri, kisah ini diabadikan oleh Alloh swt. dalam surat yunus sebagai motivasi bagi mereka yang mengaku bahwa Alloh adalah tuhan mereka agar mereka mau untuk bertaubat atas kekhilafan-kakhilafan mereka.

فَلَوْلاَ كَانَتْ قَرْيَةٌ آمَنَتْ فَنَفَعَهَا إِيمَانُهَا إِلاَّ قَوْمَ يُونُسَ لَمَّآ آمَنُواْ كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الخِزْيِ فِي الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِينٍ

“Tidakkah ada penduduk suatu negeri yang beriman hingga bermanfa’at bagi mereka keimanan tersebut, kecuali kaum yunus ketika mereka beriman maka Kami hapuskan atas mereka adzab yang menghinakan dalam kehidupan dunia ini, dan Kami limpahkan kepada  mereka kesenangan  hidup hingga batas waktu tertentu”[16].

Alloohu akbar, Allohu akbar, walillahil hamd!

هذا فقد قلت ما قلت, إن كان صوابا فمن الله وحده، وإن كان خطأ فمني ومن الشيطان، وأستغفر الله العظيم لي ولكم من كل زلل وخطيئة إنه هو الغفور الرحيم.

اللهم يا حي يا قيوم يا سميع دعوة المضطرين ويا مجيب دعوة السائلين، أسألك بكل اسم هو لك سميت به نفسك أو أنزلته في كتابك أو علمته أحدا من خلقك أو استأثرت به في علم الغيب عندك أن تغفر لنا ذنوبنا وحوبنا أجمعين.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات.

ربنا اغفر لنا ذنوبنا واسرافنا في أمرنا وثبت أقدامنا وانصرنا على القوم الكافرين.

اللهم إنا نسألك العفو والعافية في الدين والدنيا والآخرة.

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب.

اللهم انصر الإسلام والمسلمين(3) واخذل أعداءك وأعداء الدين واحم حوزة الدين يا عزيز يا جبار.

اللهم أبرم لهذا الأمة أمر رشد يعزّ فيه أهل الطاعة ويذل فيه أهل المعصية.

اللهم أقم علم الجهاد واقمع به أهل الفساد والضلال والإلحاد.

اللهم من أراد بالإسلام والمسلمين كيدا فرد كيدهم في نحورهم واهزمهم شر هزيمة، لا يقدر على ذلك إلا أنت.

اللهم عليك بأعدائنا وأعداء شريعتك(3)، اللهم أحصهم عددا واقتلهم بددا ولا تغادر منهم أحدا.

رب لا تذر على الأرض من الكافرين ديارا إنك إن تذرهم يضلوا عبادك ولا يلدوا إلا فاجرا كفارا.

ربنا لا تؤاخذنا بما فعل السفهآء منا(3).

ربنا لاتؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا ربنا ولا تحمل علينا اصرا كما حملته على الذين من قبلنا ربنا ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به، واعف عنا واغفرلنا وارحمنا أنت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين.

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.

 


[1] Qs. Al-Kautsar: 2

[2] QS. Al-Hajj: 28

[3] Onta-onta kurus menunjukkan perjalanan yang amat berat, jauh dan sukar ditempuh.

[4] Qs. Al-Hajj: 27

[5] Yaitu pertanyaan-pertanyaan yang tidak bermanfaat, bahkan menjadi beban.

[6] HR. Ahmad, Muslim, dan Nasa’i

[7] Jizyah adalah pajak yang diberlakukan bagi orang-orang kafir yang tinggal di negeri Islam, sebagai jaminan keamanan bagi mereka.

[8] Qs. Ali Imron: 97

[9] Qs.Al-Hajj: 27

[10] Qs. Al-Baqoroh: 125

[11] Qs. Ibrohim: 29-30

[12] Qs. Al-Baqoroh: 206

[13] Qs. Yunus:58

[14] Qs. Al-A’rof: 96

[15] Qs. Azzumar: 53-56

[16] Qs. Yunus: 98

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s